GARUK PEDAGANG DI POLDER AIR HITAM

26 May 2016, 04:16:17

GARUK PEDAGANG DI POLDER AIR HITAM

SAMARINDA. Tak henti-hentinya Satpol PP Kota Samarinda melakukan pembinaan dan penertiban. Terakhir, dua lokasi disisir dan ditertibkan.Dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Samarinda Makmun Andi Nuhung bersama Kepala Trantibum Umar, sebanyak 100 personel Satpol PP mulai bergerak, Rabu (25/5) pagi kemarin.

Sasaran yang dituju adalah kawasan Jalan Abdul Wahab Sjahranie. Di kawasan ini penegak perda itu mendapati sejumlah bangunan liar yang berdiri tanpa izin.Tanpa basa basi petugas langsung membongkar bangunan liar tersebut. Para pedagang yang tidak sempat menyelamatkan barang, hanya bisa pasrah. Mereka memandangi bangunannya dirobohkan dan diangkut truk Satpol PP Kota Samarinda. “Sasaran utama kita adalah para pedagang liar yang tidak memiliki izin menggunakan bahu jalan. Mereka mengganggu arus lalu lintas serta ketertiban umum,” ucap Makmun.

Dalam sekejap Jalan Abdul Wahab Sjahranie bersih dari bangunan liar. Pukul 13.00 Wita, petugas dan truk pengangkut kembali ke markas Satpol PP bersama material bangunan liar yang sudah dirobohkan. Sempat istirahat bebarapa jam, petugas bergerak kembali. Kali ini, sasarannya adalah pedagang liar di kawasan Polder Air Hitam. Dengan jumlah personel yang masih lengkap, petugas bergegas bergerak kembali. Memasuki kawasan polder, petugas menyisir dari arah kiri. Petugas berhenti di sebuah rombong kecil warga yang sedang berjualan.

Tindakan tegas dilakukan. Petugas langsung membongkar dan mengangkut rombong tersebut ke dalam truk yang sudah disiapkan. Walau mendapat protes dari pihak pedagang, petugas tidak memperdulikan. Mereka tetap menjalankan tugasnya.“Saya berjualan sudah satu bulan di sini. Tidak pernah bapak-bapak (Satpol PP) ini memberitahu kalau dilarang berjualan. Saya sudah izin dengan pihak kelurahan,” ucap Narti dengan mata berkaca kaca.

Tindakan tegas yang diambil petugas sudah sesuai aturan. Langkah ini juga dilakukan berdasarkan instruksi Wali Kota Samarinda. Dalam instrtuksi tersbut, disebutkan bahwa taman tidak boleh dijadikan tempat berdagang. “Siapa saja yang berjualan dan membuka lapak di atas taman, pasti kami tindak tegas. Ini sudah instruksi bapak wali kota,” ucap Makmun.Kembali menyisir ke ruas sebelah kanan, terdapat warung tenda yang berjejer di sepanjang di polder.Sempat terjadi perdebatan antara warga pemilik warung dengan petugas. Namun kali ini petugas memilih berdialog dengan warga pemilik warung.Dengan alasan sudah mendapat izin dari pihak kelurahan, warga pun ngotot agar warung tenda yang berdiri untuk tidak dibongkar.Setelah berdialog, disepakati pembongkaran harus dilakukan keesokan harinya (hari ini, Red). Namun jika tidak dibongkar sendiri, Satpol PP akan mebongkar paksa.“Mereka berjanji untuk membongkar sendiri warung tendanya. Besok (hari ini, Red) harus sudah bersih. Jika tidak, kami ambil tindakan tegas,” ucap Umar. Warga pun berjanji akan membongkar sendiri tendanya dengan batas waktu yang sudah ditentukan.

Sumber: Sapos